Diskriminasi Terhadap Orang Papua

Indonesia dimanakah keadilanmu? Indonesia dimakah UUmu.?
Kenyataannya pelangaran HAM di negara Indonesia terlalu menonjol.

Begitu kalian disiksa kepada orang bisu. UU Indonesia jadi layak untuk diskriminasi UU Indonesia jadi hal ini layak perbuat semua ini sesuai UU Idonesiakan.?

Kolonialisme aku ini manusia sepeti dirimu akan tetapi di mata anda aku bagaikan hewan yang hidup di bumi ini. Apaka di mata Tuhan pun juga sedemikian manusia bagaikan hewan.? Begitu kalian diskriminasi, membunuh terhapku kalian adalah teroris di negara Indonesia ini.

Merauke Papua 26 Juli 2021

(O_P)

TPNPB / OPM SAYA SIAP MERILIS SAMPAI PAPUA GRATIS

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau Organisasi Papua Merdeka (TPNPB / OPM) mengatakan bahwa; Saya sebagai TPNPB / OPM akan mengemban tanggung jawab yaitu Papua merdeka dari penjajahan Indonesia.

Jadi saya bersiap-siap berperang dengan ribuan tentara Indonesia yang mendorong militer ke Papua. NKRI dorong ratusan ribu personel ke Papua tapi saya tidak akan mundur, saya tidak akan takut mengirimkan ratusan ribu personel ke Papua.

Militer Indonesia ke Papua tanpa alasan? Apakah benar TNI datang untuk menghadapi TPNPB / OPM atau menghadapi orang Papua yang tidak bersalah atau dukungan militer Indonesia kepada Papua ingin menghadapi orang Papua yang tidak memiliki senjata perang tersebut atau apa maksudnya.?

Saya sebagsi TPNPB / OPM beranggapan bahwa pendoropan militer Indonesia ke Papua adalah ingin melawan dengan saya TPNPB / OPM tetapi pendoropan militer Indonesia ke Papua ingin menyiksa, membunuh, membunuh orang Papua tanpa alasan yang tidak jelas.

Saat ini militer Indonesia tidak memiliki tentang negara Indonesia adalah negara hukum saat ini, tanggung jawab mereka sebagai TNI / Polri tidak miliki tentang uu nasional di Indonesia.

Saat ini TNI sedang membangun jejaring dengan anggapan mereka menjadi dokter, mereka menjadi guru, mereka menjadi tukang ojek, mereka menjadi pedagang dan mereka menjadi nelayan.

Keadaan darurat militer Papua saat ini adalah masyarakat Papua ketakutan karena tanggung jawab militer Indonesia yang mereka lakukan adalah diskriminasi, intimidasi, pembunuhan dan pemerkosaan. Militer Indonesia mengambil atribut budaya masyarakat Papua.

Tentara Indonesia pandai memerangi orang Papua yang tidak bersenjata sedangkan yang kita punya senjata yaitu; TPNPB / OPM tetapi mereka tidak menghadapi atau bertengkar dengan kami TPNPB / OPM.

TPNPB/OPM megatakan bahwa militer indonesia mendorop ke papua itu tidak apa-apa kalian datang untuk menghadapi dengan aku TPNPB/OPM tetapi militer indonesia mendorop ke Papua untuk mensiksa rakyatku dengan tidak benar.

Mereka tidak punya bersalah dan apa salah mereka mereka hanya rakyat biasa mereka bukan TPNPB/OPM.

Kalau militer indonesia berani berarti menghadapi aku TPNPB/OPM. ☆☆☆

Merdeka Papua
Papua Merdeka

Papua Menuntut Kebebasan

Selama puluhan tahun hingga kini bangsa Papua tidak menuntut apapun; Bangsa Papua menuntut kebebasan dari ujung Papua Sorong sampai Merauke karena hak milik bangsa Papua itu sendiri.

Kerinduan yang dimiliki masyarakat Papua saat ini hanyalah kebebasan membebaskan masyarakat Papua agar mereka memiliki kedaulatan sendiri di atas tanahnya sendiri.

Saat ini Bangsa Papua menuntut dan merampas ini bukanlah tanah Indonesia yang dituntut atau dirampas oleh bangsa Papua. Rakyat Papua menuntut dan merampasnya karena proklamasi kemerdekaan Papua pada tahun 1961-1964 sehingga saat ini.

Tanah Papua dikuasai oleh orang Indonesia, semuanya merampas dan menghabiskan tanah Papua ini sebagai tanah milik Indonesia.

Masyarakat Papua tidak ada ruang bebas untuk bergerak di tanahnya sendiri, semuanya dikuasai oleh pengusaha kecil hingga pengusaha besar.

Mahasiswa Papua Berdemonstrasi Menentang Otonomi Khusus Jilit Dua di Jayapura, Provinsi Papua


Jayapura Onei_Papua — Mahasiswa Papua mendeklarasikan demonstrasi penolak Otonomi Khusus jilid dua di Perumnas Tiga Waena pada 27/10/2020 pukul 07.25 WP.

Mulai memberikan orasi penolakan Otonomi Khusus sekitar pukul 07.25-10.27.

Tentara Nasional Indonesia, Repoblik Polri, dan Kopasus TNI / POLRI menghadapi isu penolakan otonomi putaran kedua dengan memastikan bahwa Kopasus dan Intelijen TNI / PORLI memblokir mahasiswa Uncen Papua. Maka dengan itu Kopasus dan Intelijen TNI / POLRI melepaskan senjata timannya ke dalam aksi.

Serta TNI / Polri, Kopasus dan Intelijen menyemprotkan gas air mata dalam aksi tersebut.

Beberapa periode aksi ditangkap dan beberapa orang ditembak; Sejumlah aktivis mahasiswa Universitas Cenderawasih (Uncen) ditangkap oleh Polda Jayaputa Papua.

Berikut Nama Penangkapan Paksa TNI Intelijen Kopasus di Perumnas Tiga Waena:

1 APNIEL DOO (KORLAP)

  1. JHON F UANG TUNAI
  2. DONI PEKEI
  3. YABET LIKAS DEGEI
  4. RESIKO ATAS CABAK
  5. ORGIS CABAK
  6. CARLES YEP
  7. SATU YANG SAMA
  8. YANIAS MIRIN
  9. ARCHILAUS LOKON
  10. DEGEI KRISTEN
  11. PENDAPATAN HELUKAN

Militer Indonesia memaksa, membanting, dan membunuh mahasiswa Papua dan orang Papua secara tidak wajar dan selalu terjadi. Saat ini Tentara Nasional Indonesia tidak mematuhi Hukum Indonesia dan tidak menjalankan tanggung jawabnya sebagai Tentara Nasional Indonesia.

Kata TPNPB-OPM

Documen Foto : Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM)

Bangsa Papua jangan menia-niakan antara kita dan kita. masalah sepele saja membuat kita jadi tersingkir dari semua perjuangan kita. Oleh sebab itu, mari kita bersatu kita melawan penjaja yang sangat brutal di atas tanah kita ini.

Wahai bangsa papua yang kami kasihi disini kami menyampaikan bahwa jangan kasih hati kepada colonial Indonesia yang sudah kasih hati kepada colonial Indonesia biakrkan mereka di suatu saat nanti mereka juga akan megalaminya.

Bangsaku tetaplah tahan biarpun lambat atau cepat kita akan lepas dari colonial Indonesia.
Bangsaku percayalah saja kepada Tuhan Pencipta, percayalah kepada tete nenek moyang yang telah berlalu dan percayalah kepada dirimu sendiri bahwa aku adalah bangsa papua dengan berkulit hitam dan berambut kriting.

Bangsa papua yang telah mengambil bagian mau menahan colonial Indonesia di tanah ini berarti mereka tidak punya otak yang sempurna dan mereka sudah menjadi colonial Indonesia mereka bukan bagian dari Papua.

Suara Kami Suara Tangisan, Suara Kami Suara Derita

Kami berdiri dibukit ini; kami bersuara dengan angin, Kami bersuara bukan hari ini saja? Kami bersuara sampai terungkap.

Kebohonggan yang memputar balik kami sampai kami jadi begini; bahkan tidak ada satupun jalan keluar bagi kami. Kapankah kebohonggan ini akan berahir atau kapankah akan terungkap kebohonggan ini. Semua mata penjuru kami juga ingin bebas dari tertindas; disini kami bersuara dan bersuara terus menerus sampai mulut kami jadi tarobek. Kami juga ingin bebas dari tangisan yang mana menimpa kepada kami ini.

Kami berdiri disini dan kami pandang ini bukan hal lain, kami pandang ini sebuah kebohonggan yang kejam dan pembunuh yang sangat zadisini. Kami berdiri di puncak ini bukan karena kesombongan, bukan karena kegayaan tetapi kami berdiri di bukit ini; untuk menukar pikirang kami atau mensegarkan apa yang kami simpang dalam lubuk kami disini.

Hari ini kami akan membongkar apa yang kami simpang-simpanakan dalam lubuk kami dan kami akan menuarakan kepada semua mata penjuru yang ada. Apa yang kami refleksi hari ini sebagai terluas yang kami dapatkan hari ini. Kami berdiri di bukit dan kami pandang ke arah jalan keluar yang kami pikir hari ini juga kami mengeluarkan suara dari jiwa kami, dari mulut kami dari bukit ini kepada segalanya yang ada di sekitar bukit bahkan diseluruh dunia.

Disini kami mengeluarkan suara ini di benarkan bahwa tak ada satupun yang mendengarkan suara kami disini; suara kami adalah suara kebebaskan dari negara Kebohonggan yang selalu memputar balikkan faktanya; kepada diri kami sendiri dan kami ingin bebas dari ancaman yang selalu terjadi di tanah ini’.

Benar-benar kami tidak mau hidup dengan negara kebohonggan ini lagi. Bebaskan kami, keluarkan kami dari di sini jangan menghalangi kami dari Kebohonggan ini. Bukakanlah pintu kami dan kami mau kelua dari disini pulah kami mau keluar dari ancaman yang tidak wajar ini.

Negara kebohonggan yang membuat menghalangi semua pekerjaan kami; dan juga membunuh gaya bergerak atau gaya berpikir kami sebatas pemikirang saja dan pekerjaan kami pekerjaan hanya rekayasa saja.

Dari ujung bukit ini, kami sampaikan satu hal kepada seluruh mata penjuru bebaskanlah kami dan bukankanlah pintu kami kami ingin bebas.

Sejau ini, tidak ada ruang bergerak bagi kami; hidup kami di dalam sel. Apa yang kami bersuara tidak ada satupun yang mendengarkan suara kami disini. Maka dari itu kami mengampaikan kepada semua mata penjuru. Dari bukit ini.

Dari semua itu, angin tolong sampaikan kepada saudarku yang jauh disana apa yang kami bicara ini supaya mereka juga bermanfaat disana. Angin sekali saja, tolong di kabarkan kepada semua yang ada disana. Ini pesang kami. Disini kami menulis bukan hal lain tetapi kami menulis karena Kebohonggan ini yang kami menulis dan kami kabarkan dari ujung timur.***

Derita Alam Papua dan Suara Alam Papua

Documen : Gunung Botak Papua Barat MKW F.U Foto (Altex)

Kau pihak ketiga yang mengacaukan aku; kau yang menjauhi aku dari kamu kau yang menjual aku dengan murah-murahan, maka dengan itu apa salah denganmu.

Engkau salahkan aku karena aku yang melahirkan kau, engkau salahkan aku karena aku yang membesarkan kau dan engkau salahkan aku karena aku yang membiayai selama kau berpendidikan, dibalik itu engkau sendiri actor utama dari semua ini.

Sebenarnya aku ingin tinggal diam dengan bersamamu dan aku ingin melindungi kau dari penggabisan ini tetapi kau menjual aku dan kau meninginkan kemewahan duniawi dan kecanggihan duniawi kepemerintahan yang konyol itu.

Dan, aku pernah mengungkapkan terhadap engkau, tetapi engkau tidak melakukan selama ini selama ini aku menunggu perintah yang aku pernah mengungkapkan kepadamu, tetapi kau tidak pernah lasanakan sama sekali tidak pernah. Dengan itu mulai sekarang kau sendiri tanggun semua derita dan tangisan yang kejam ini.

Kau piker aku sendiri bisa kalau begitu coba lakukan kalau kau bias dan semuanya ini kau sendiri tanggun dalam kekejaman dunia mau hamper mempunahkan dengan begitu cepat. Sekarang kau pandang banyak negara yang berbondong-bondong untuk mau menhabiskan dengan seutuh-utuhnya.

Dan megapa kau tidak puas dengan hidup pokokmu? Dan mengapa kau perlakukan semuanya ini dengan segampang-gampangan katakanlah sejujurnya kalau kau punya akal dan budi.

Kau sudah memangil pengkuras dan penghabis kau lihat mereka sudah mulai bergerak beroperasi dari puluhan tahan yang berlalu sampai sekarang juga masih beroperasi terus-menerus mau hamper punah ini. Memannya kau butahka?.

Sekarang kau pandang apa yang terjadi di sekitar anda atau disekitar pulau saat ini?

Benar Mereka datang untuk menjaga kemanusaanmu, datang untuk menjaga kebudayaanmu dan datang untuk menjaga alammu atauka datang untuk mempunahkan kemanusiaanmu, datang untuk mempunahkan budayamu dan pulah datang untuk mempunahkan alammukan. Dari semua ini apakah kau suka hal seperti itukan? Coba kau pandang ganjaranmu tidak ada harapan yang kau lakukan. Betapa bahagiamu, betapa hebatmu dan betapa pintarmu tetapi nol persen semuanya nol persen.

Semua ini kau yang alami bukan aku yang alami suara alam.

Kenapa engkau menjual aku, kenapa engkau mempermainkan aku dan kenapa engkau tidak melindungi aku dari semua pengabisan yang sedang berjalan ini. sebenarnya aku ingin menjual engkau dan menghabiskan nyawamu tetapi aku menjaga perintah dari pencipta segalanya disuatu saat nanti aku juga menghadapi kepada pencipta apa yang di tanggungkan kepadaku.

Dengan demikian disini orang-orang hebat megatakan bahwa engkau adalah rakyat biasa yang tidak punya apa-apa kau diam kau ini bodoh mereka menghina, membenci dengan segampangan ini; aku jadi malu disini. Mereka pandang kita ini seperti tidak punya akal dan budi sejelasnya.

Kita cepat bergerak dan mengakhiri dari orang-orang pintar itu biar kita sendiri megelola dan bekerja kita sendiri dari pada orang-orang hebat yang megelola, bekerja berarti mereka hanya mencari kepentingan mereka sendiri saja sejelasnya.

Ku Berlutut karena Menyesal Dikemudian Hari

Document foto : Aku berlutut karena tidak sama seperti yang dulu Mad-Max-Fury-Road[2015]
 

Dikisahkan semenjak hari, ku berdiri di tempat yang ku suka dan yang sangat paling ku suka di waktu itu. Ku berdiri diatas tanah dan kumemandang sekelilingnya, begini bunga-bunga dan pulah pohon-pohon di sekelilingnya indah dan megah dan kuhirup udarah udarah yang segar di waktu itu.

Sekaligus ku berpir tentang keindahan yang sedang ku memandang di waktu itu dengan demikian; ‘di sekeliling ini indah selali pandangannya bahkan udara yang sangat segar’ dan semua tumbuhan bertumbuh dengan baik; pohon dan bunga semua pada indah dan manis dan tidak ada satupun yang mati. Hari ini ku memandang alam di sekitarnya dengan begitu indah dan megah. Dengan demikian, keesok hari nanti ku akan memandang keindahan alam sama seperti sekarang yang ku memandang inika atau tidak?.

Beberapa tahun kemudian aku berdiri di tempat yang pernah ku berdiri sebelumnya. Ku berdiri dan ku memandang begini tidak sama seperti yang dulu. Mulai sekarang sudah tidak ada lagi; ku tidak menghirup udara yang segar yang ku penah hirup sebelumnya sekarang saya menghirup udara udara nanorganik sepertibahan-bahan bakar.

Dari situ ku berpikir kenapakah alam ini terjadi seperti begini? “apa benar adanya batu-batu ini yangkah atau tidak tetapi ini juga tidak; atau tidak bertumbuh karena di sekitarnya ada pemakan herbivora, tetapi ini juga tidak, Ku berpikir mungkin ada petugas pemeliharaan bunga dan pohon-pohon tetapi petugas pemeliharaan semua pada kesibukan tersendiri.

Petugas-petugas harapkan itu aku sudah punya banyak kemewahan, aku sudah punya banyak rupiah, aku sudah pejabat dan aku sudah boss. Maka itu, untuk apa lagi menjaga dan memelihara alamnya. Apa yang pencipta diciptakan itu untuk menjual pemikiran oleh manusia itu sendiri yang tidak punya akal dan budi. Dengan demikian mulai sekarang aku akan membongkar dan membongkar terus menerus karena ku punya banyak harta duniawi. Sekarang sudah tidak ada lagi untuk memelihara alamnya.

Pada saat ini. Ku tidak berpikir hal lain; saat ini ku berpikir adalah kekejaman orang atau kemewahan duniawi kecanggihan duniawi kerena tidak sesuai porsi, tidak sesuai apa yang aku inginkan. Maka itu, ku akan menjual dan menghabiskan semua yang ada itu ku akan habising semuanya.

Aku tidak mau dengan alama ku maunya itu barang-barang kemewaan kecanghinhan yang aku inginkan pada saat ini. Untuk apa kedepan kedepan tidak penting yang penting adalah sekarang pemikiran oleh; seseorang yang hangap enteng atau hangap remeh atau orang yang pengikut kekejaman duniawi.

Semua habising ini karena ‘hidup susah’ semua sudah tidak ada lagi baik itu, pohon-pohonan, tumbuh-tumbuhan dan habitat lainya, mulai sekarang ku hidup seperti hidup yang tiada ada artinya. Apa yang ku Tanami tidak bertumbuh dengan baik semua tumbuh-tumbuhan yang ku Tanami semua pada mati karena tanah sudah tidak berguna.

Pemilik tanah sendiri yang menjual kepada pengguasa pengabisan dengan murah- murahan.

Mulai sekarang hidup saya seperti gambar yang tertera di atas ini, tak ada air, tak ada pohon-pohonan, tak ada tumbuh-tumbuhan dan tak ada habitat-habitatnya. Semua di jual, semua dicuri dan semua dirampas semuanya. Karena tak ada satupun yang menjaganya. Saat ini banyak orang yang megejar hidup kemewahan dan hidup berupiah sampai bangsa dan ras sendiri baku bunuh sembarangan.

Apa benarkah Tuhan menciptakan untuk melakukan hal seperti yang ku lakukan itukah atau Tuhan menciptakan untuk menjaga akan jasa.?

Aku harapkan itu pasti akan kembali seperti semula yang ku pikirkan? Tetapi sobat ini hanyalah pemikiran saja; pemikiran sepangkal yang membuat kau jadi pintar belum tentu kedepan yang akan terjadi.

Benar ku berlutut karena ku tak punya hidup yang sebenarnya, benar ku berlutu karena ku sendiri tak berpikir sebenarnya dan benar ku berlutut karena ku tak punya berdaya sekarang aku menyesal benar-benar aku menyesal.

Pembaca yang budiman kita menjaga alam itu dengan baik Tuhan menciptakan untuk menjaga dan memelihara di sekitar kita atau di sekeliling pulau yang Tuhan berikan kepada kita sesuai dengan bangsa dan raskan.?

Saat ini juga banyak orang yang tidak mau menjaga alam itu dengan baik baik itu di bidang kehalian, bisnis ataupun profisional lainnya. Mereka hanya menjual alam di sekitarnya dan juga mereka menjual bangsa dan rasnya itu sediri.

Cerita di atas ini, sebagai manusia, siapapun kita hari ini entah simenjadi kaya, simenjadi hebat atau simenjadi pandai sertai punya kedudukan. Hidup kita pada saat ini di rundung dengan harta duniawi kecangihan, harta atau kaya pada saat ini; tetapi kedepan akan mengalami berbagai macam hal yang akan mengalami.

Bagaimana kita mencari hidup kita berketurunan yang panjang karena hidup kita jauh berharga yang menimpa bergenerasi dan bagaimana mencari hidup akan berjasah.

Jangan mengorbangkan hidup kita sekedar kaya, sekedar hebat atau sekedar pandai. Selakyaknya hidup kita masih panjang dan sangat panjang dan juga berketurunan dan berketurunan. Sampai akhir hayat.***

Kata mutiara mengatakan: “orang yang tidak berpikir suatu ketika dapat menjadi bintang”.

Lepaskan Segala Sesuatunya Apa Yang Menimpa Dalam Diriku

Peniup kemenangan lagu berkomdang di seluruh tanah Papuaku. Alam Papuaku jangan menganggu dengan cara seperti itu, jangan bermain – main dengan kami akan mengadukan kenakalan pada ibu.

O..alam Papua, kumohon jangan bermain sembunyian dengan kami. Kami juga orang asli Papua yang anda mengenal kami dengan berkulit hitam dan berambut kriting dari rahim ibuku sampai saat ini. Di balik itu ada apa sebenarnya; dengan kami bangsa Papua. Oh…alam Papuaku jangan mencuri pandangan dari kami bangsa Papua. 

Alam ku ku mohon untuk dengarkanlah suara tangisan dan lagu berkomdang ini, aku mendengarkannya selalu sayangku, anda tak berperasaan mengapa aku harus bersuara buat anda? Lihatlah aku telah menjadi milikmu aku sudah menyatu dengan dirimu.

Alam Papuaku, ada gerangan apa? Mengapa merasa tidak tenang? Lepaskan segala sesuatunya semuanya adalah kesalah pahaman dari kami sendiri.

 Alamku kumohon aku mau tinggal diam di tanah kelahiran nenek moyangku di sudut sana. Aku tak mau mendengarkan tangisan dan air mata darah. Bukalah mata di seluruh penjuru mata angin.

Wahai…Alam ku jangan kau tidur aku tanpa kekasihmu wahai alam Papua ku yang kukasihi menyaksikan semua derita ujung Papua Sorong sampai Merauke.

Wahai papuaku dengarkanlah suara tangisan dan lagu berkomdang ini.